ALAT KONTRASEPSI
NAMA:ALDI
FIRDAUS HERLA PUTRA
KELAS:1X-H
NO:02

MAKALAH PENDIDIKAN
SMPN2 PAMEKASN
Jl.balaikambang
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………
DAFTAR
ISI………………………………………………..
BAB I PENDAHULUAN …………………………..............
BAB II PEMBAHASAN…………………………………….
A. TUUAN KONTRASEPSI......... ........ ...
......................2.1
B. SYARAT-SYARAT ALAT KONTRASEPSI………2.2
C. SASARAN........................................ ........................2.3
D. METODE ALAT KONTRASEPSI..................................2.4
BAB III
PENUTUP………………………………………………………………………..
A. Kesimpulan …………………………………………………………3.1
B. Saran.......................................................................3.2
Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga_Berencana,
http://id.wikipedia.org/wiki/Kondom
KATA
PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah saya panjatkan atas kehadirat
Allah SWT karena berkat rahmat dan inayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah
yang berjudul “ALAT KONTRASEPSI” dimana dalam isinya menjelaskan macam-macam
alat kontrasepsi dan metodenya
saya berharap makalah ini dapat bermanfaat, khususnya bagi
sayai dan umumnya bagi para pembaca. Akan tetapi, kami mengerti jika makalah
ini masih jauh dari sempurna karena keterbatasan waktu, kurangnya referensi,
dan pengetahuan dari kami. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran
dari para pembaca atas apa saja yang menjadi kekurangan dalam makalah ini untuk
dapat menjadi masukan agar kedepannya dapat menjadi lebih baik.
Pamekasan, o6 september 2016
Aldi firdaus h.p
penyusun
BAB I
PENDAHULUAN 1.1
Latar
Belakang
Indonesia
merupakan negara yang dilihat dari jumlah penduduknya ada pada posisikeempat di
dunia, dengan laju pertumbuhan yang masih relatif tinggi. Esensi tugas
programKeluarga Berencana (KB) dalam hal ini telah jelas yaitu menurunkan
fertilitas agar dapatmengurangi beban pembangunan demi terwujudnya kebahagiaan
dan kesejahteraan bagirakyat dan bangsa
Indonesia. Seperti yang disebutkan dalam UU No.10 Tahun 1992 tentangPerkembangan
Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera, definisi KB yakniupaya
meningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan
usiaperkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, dan
peningkatankesejahteraan keluarga guna mewujudkan keluarga kecil, bahagia
dan sejahtera.Berdasarkan data dari SDKI 2002
–
2003,
angka pemakaian kontrasepsi(contraceptive prevalence rate/CPR) mengalami
peningkatan dari 57,4% pada tahun 1997menjadi 60,3% pada tahun 2003. Pada 2015
jumlah penduduk Indonesia hanya mencapai255,5 juta jiwa. Namun, jika terjadi
penurunan angka satu persen saja, jumlah penduduk mencapai 264,4 juta jiwa
atau lebih. Sedangkan jika pelayanan KB bisa ditingkatkan dengankenaikan CPR
1%, penduduk negeri ini sekitar 237,8 juta jiwa (Kusumaningrum, 2009).Menurut
SDKI 2002-2003 Pada tahun 2003, kontrasepsi yang banyak digunakanadalah metode
suntikan (49,1 persen), pil (23,3 persen), IUD/spiral (10,9 persen),
implant(7,6 persen), MOW (6,5 persen), kondom (1,6 persen), dan MOP (0,7
persen)(Kusumaningrum, 2009).
2.1 Pengertian Kontrasepsi
Kontrasepsi
berasal dari kata kontra berarti „mencegah‟ atau „melawan‟ dan konsepsi
yang
berarti pertemuan antara sel telur yang matang dan sel sperma yang
mengakibatkankehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari atau
mencegah terjadinya kehamilansebagai akibat pertemuan antara sel telur
yang matang dengan sperma. Pelayanan kontrasepsi(PK) merupakan salah
satu komponen dalam pelayanan kependudukan/KB.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Tujuan
Kontrasepsi
1. Untuk menunda
kehamilan
2. Untuk menjarangkan
kehamilan
3. Untuk
menghentikan kehamilan / mengakhiri kehamilan / kesuburan
2.2 Syarat-Syarat Alat Kontrasepsi
Tidak ada satupun metode kontrasepsi yang aman dan efektif bagi semua klien
karena masing-masing mempunyai kesesuaian dan kecocokan individual bagi setiap
klien.Namun secara umum persyaratan
metode kontrasepsi ideal adalah sebagai berikut:
1. Aman, artinya tidak akan menimbulkan komplikasi berat jika digunakan
2. Berdaya guna, dalam arti jika digunakan sesuai dengan aturan akan dapat
mencegah kehamilan.
3. Dapat diterima, bukan hanya oleh klien melainkan juga oleh lingkungan
budaya di masyarakat.
4. Terjangkau
harganya oleh masyarakat
5. Bila metode tersebut dihentikan penggunaannya, klien akan segera kembali
kesuburannya, kecuali untuk kontrasepsi mantap (Kusumaningrum, 2009).
2.3 Sasaran
1. Pasangan usia subur
Semua
Pasangan Usia Subur yang ingin menunda, menjarangkan
kehamilan dan mengatur jumlah anak.
2. Ibu yang mempunyai
banyak anak
Dianjurkan
memakai kontrasepsi untuk menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi
yang disebabkan karena faktor multiparitas (banyak melahirkan anak)
3. Ibu
yang mempunyai resiko tinggi terhadap kehamilan
Ibu
yang mempunyai penyakit yang bisa membahayakan keselamatan jiwanya jika dia
hamil, maka ibu tersebut dianjurkan memakai kontrasepsi.
2.4 Metode Kontrasepsi
1 . Metode Alamiah
a. Coitus Interruptus (Sanggama Terputus)
Aksi ini dapat mencegah terjadinya pembuahan yang berujung
pada kehamilan. Coitus Interruptus dapat diartikan sebagai senggama terputus
atau dalam artian penis dikeluarkan dari vagina sesaat seblum ejakulasi
terjadi. Dengan cara ini diharapkan cairan sperma tidak akan masuk kedalam
rahim serta mengecilkan kemungkinan bertemunya sperma dengan sel telur yang
dapat mengakibatkan terjadinya pembuahan.
Teknik ini membutuhkan
pastisipasi yang besar dari pasangan Anda . Selain itu juga menuntut jiwa yang
besar dari Anda dan pasangan alias siap mental jika ternyata metode tersebut
gagal. Faktor kegagalan dari metode ini memang cukup tinggi karena bisa saja
sperma telah keluar sebelum orgasme. Dengan kata lain sperma sudah terlepas dan
berenang cepat menuju sel telur sesaat sebelum penis ditarik keluar.
EFEKTIF : Bagi wanita yang suami
atau pasangannya mampu mengontrol waktu ejakulasi.
b. Sistem Kelender (Pantang
Berkala)
Metode ini disebut juga dengan The Rhythm Method. Jika
cara ini jadi pilihan maka pengetahuan Anda tentang masa subur atau fertility
awareness harus tinggi. Anda harus mengetahui dengan tepat masa subur
atau saat yang paling memungkinkan Anda mengalami kehamilan. Bila Anda memang
ingin menunda kehamilan, maka pada saat tubuh memasuki masa subur tundalah
keinginan berhubungan intim dengan pasangan. Atau Anda dan pasangan tetap
melakukan hubungan seksual tapi menggunakan kondom. "Perhatikan terlebih
dahulu siklus mentruasi Anda selama 3 bulan kalau perlu 6 bulan guna
mendapatkan perhitungan waktu siklus mentruasi yang tepat, menurut Dr. Prima
masa "aman" seorang wanita adalah 2 hari setelah mentruasi hingga 14
hari menjelang mentruasi berikutnya buat yang memiliki siklus haid pendek.
Jika siklus menstruasi Anda
panjang, maka masa "aman" 2 hari setelah haid hingga 16 hari
menjelang menstruasi yang akan datang. Namun perlu di ingat sebenarnya masa
subur sangat sulit ditebak dengan pasti jadi masih ada kemungkinan Anda
mengalami "kebobolan"
EFEKTIF: Bagi wanita dengan
siklus mentruasi teratur. Buat mereka yang siklus haidnya tidak teratur akan
sulit untuk menggunakan metode ini, karena kesulitan menentukan masa subur.
a. Kondom
2. Metode Perlindungan (Barrier)
tepat dan benar. Kegagalan kondom dapat diperkecil
dengan menggunakan kondom secara tepat, yaitu gunakan pada saat penis sedang
ereksi dan dilepaskan sesudah ejakulasi. Alat kontrasepsi ini paling mudah
didapat serta tidak merepotkan.
Kegagalan biasanya terjadi bila kondom robek karena
kurang hati-hati atau karena tekanan pada saat ejakulasi sehingga terjadi
perembesan.
EFEKTIF: Bagi siapa saja. Alergi terhadap karet kondom
adalah hal yang sangat jarang terjadi. Sebaiknya jika ada keluhan iritasi dan
rasa tidak nyaman usai berhubungan, Anda wajib konsultasi dengan dokter dan
mencari alternatif kontrasepsi lainnya.
b. Spermatisida
Ini bahan sejenis bahan kimia aktif yang
berfungsi "membunuh" sperma. Dapat berwujud cairan, krim atau tisu
vagina yang harus dimasukkan ke dalam vagina 5 menit sebelum senggama. Ketika
memasukkan spermatisida kedalam vagina harus menggunakan alat yang telah
disediakan dalam kemasan. sangat tidak diperbolehkan menggunakan tangan!.
Kegagalan sering terjadi karena waktu larut belum yang cukup, jumlah spermatisida
yang digunakan terlalu sedikit atau vagina sudah dibilas dalam waktu kurang
dari 6 jam usai senggama.
EFEKTIF: Dapat digunakan siapa saja dan untuk
meningkatkan efektifitasnya, gunakan bersamaan dengan kondom serta vaginal
diafragma.
c. Vagina
Diafragma
Lingkaran
cincin dilapisi karet fleksibel ini akan menutup mulut rahim bila dipasang
dalam liang vagina 6 jam sebelum senggama. Efektifitasnya alat kontrasepsi ini
bisa menurun bila terlalu cepat dilepas kurang dari 8 jam setelah senggama.
"Permasalahanya, banyak wanita harus belajar dulu
cara memasukkan kedalam vagina. Dan kebanyakan wanita Indonesia tidak terbiasa
atau sungkan memasukkan jari ke dalam lubang vagina" jelas Dr. Prima
EFEKTIF: Dapat digunakan siapa saja dan untuk
meningkatkan efektifitasnya, gunakan bersamaan dengan kondom serta spermatisida.
d. Pil
KB
Keuntungan pil ini adalah tetap membuat menstruasi teratur, mengurangi kram
atau sakit saat menstruasi. Kesuburan Anda juga dapat kembali pulih dengan cara
cukuo menghentikan pemakaian pil ini. Pil KB termasuk metode yang efektif saat
ini. Cara kerja pil KB adalah dengan mencegah pelepasan sel telut. Pil ini
mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi (99%) bila digunakan dengan tepat
dan secara teratur. Ada dua jenis pil KB yang sekarang beredar di pasaran,
yaitu kombinasi antara estrogen dan progesteron atau hanya mengandung
progestoren saja. "Pil KB generasi kedua tidak mempunyai efek seperti pil
generasi pertama atau kita kenal dengan lingkaran biru. Pil KB saat ini tidak
membuat tubuh gemuk, jerawatan serta pusing.
EFEKTIF: Bagi wanita yang memang memiliki tingkat
disiplin tinggi. Tidak dianjurkan bagi yang sering lupa karena 2 kali alpa
meminum pil KB justru dapat membuat subur para wanita.
e. Suntik
KB
Jenis kontrasepsi ini
pada dasarnya mempunyai cara kerja seperti pil. Untuk suntikan yang diberikan 3
bulan sekali, memiliki keuntungan mengurangi resiko lupa minum pil dan dapat
bekerja efektif selama 3 bulan. Efek samping biasanya terjadi pada wanita yang
menderita diabetes atau hipertensi.
EFEKTIF: Bagi wanita yang tidak mempunyai masalah
penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, trombosis atau gangguan
pembekuan darah serta riwayat stroke. Tidak cocok buat wanita perokok. Karena
rokok dapat menyebabkan peyumbatan pembuluh darah.
f. Susuk
KB
Implant/susuk KB
adalah kontrasepsi dengan cara memasukkan tabung kecil di bawah kulit pada
bagian tangan yang dilakukan olej dokter Anda. Tabung kecil berisi hormon
tersebut akan terlepas sedikit-sedikit, sehingga mencegah kehamilan. Keuntungan
memakai kontrasepsi ini, Anda tidak harus minum pil atau suntik KB berkala. Proses
pemasangan susuk KB ini cukup 1 kali untuk masa pakai 2-5 tahun. Dan bilamana
Anda berenca hamil, cukup melepas implant ini kembali, efek samping yang
ditimbulkan, antara lain menstruasi tidak teratur.
EFEKTIF: Intinya kontrasepsi
dengan hormon sebaiknya bagi wanita dengan gangguan metabolik harus ekstra
hati-hati dalam memilih jenis kontrasepsi ini.
g. IUD
(Spiral)
Intrauterine Device
atau biasa juga disebut spiral karena bentuknya memang seperti spiral. Teknik
kontrasepsi ini adalah dengan cara memasukkan alat yang terbuat dari tembaga
kedalam rahim, seperti yang dikatakan Dr. Prima "sekarang ini, IUD
generasi baru bisa dikombinasikan dengan hormon progesteron, agar
efektifitasnya meningkat. Spiral ini juga bekerja menghalangi pertemuan sperma
dan sel telur serta berdaya pakai hingga 5 tahun lamanya. Tingkat
efektivitasnya bisa mencapai 98%, layaknya seperti pil, IUD juga mudah
mengembalikan kesuburan Anda.
EFEKTIF: Sebaiknya wanita yang mudah mengalami
keputihan tidak menggunakan metode ini. Benang di ujung IUD harus senantiasa
bersih. Karena jika kotor akan mudah menyebabkan infeksi, "saran Dr.
Prima.
h. Sterilisasi
Cara kontrasepsi ini bersifat permanent. Konsepnya saluran telur pada
wanita, disumbat dengan cara diikat, dipotong atau dibakar. Sterilisasi pada
wanita ini juga bisa dilakukan dengan pengangkatan rahim. Sedangkan pada kaum
pria, sterilisasi dilakukan dengan cara memotong saluran sperma. Tetapi ada
persyaratan khusus bagi wanita yang ingin melakukan kontrasepsi jenis ini.
"Amanya jumlah umur dikali jumlah anak harus minimal seratus. Misalnya,
Anda telah berusia 35 tahun dan telah memiliki tiga anak. Lalu kalikan 35 x 3 =
105. Hasil ini dapat diartikan sebagai kondisi aman. Untuk itu jika Anda ingin
jalani kontrasepsi, sebaiknya usia anak bungsu Anda telah melewati masa balita.
hal ini sekedar berjaga-jaga jika suatu saat Anda masih berniat untuk hamil
kembali.
EFEKTIF: Pilihan kontrasepsi ini
paling cocok bagi wanita yang memang bertekad bulat tak ingin punya anak lagi.
I . Jeli, busa atau spons
Jeli termasuk alat kontrasepsi yang dipakai
oleh wanita yang mengandung spermisida (zat yang membunuh sel sperma) sehingga
sperma gagal memasuki uterus. Jeli saat ini jarang dipakai dalam metode
kontrasepsi karena tidak efektif mencegah kehamilan dan menimbulkan alergi pada
sebagian besar wanita yang memakai.
Demikian informasi
seputar jenis, metode dan alat kontrasepsi yang umum dipakai oleh manusia.
Selain cara ini, pencegahan kehamilan juga bisa dilakukan dengan metode operasi
vasektomi dan tubektomi. Penjelasan lengkap mengenai dua cara itu akan kita
bahas pada artikel selanjutnya. Mudah-mudahan artikel ini bisa menambah
pengetahuan Anda untuk mengatur kelahiran anak.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Maksud dari kontrasepsi adalah
menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara
sel telur yang matang dengan sperma. Pelayanan kontrasepsi (PK) merupakan salah
satu komponen dalam pelayanan kependudukan/KB. Esensi tugas program Keluarga
Berencana (KB) yaitu menurunkan fertilitas agar dapat mengurangi beban
pembangunan demi terwujudnya kebahagiaan dan kesejahteraan bagi rakyat dan
bangsa Indonesia
3.2 Saran
Tidak ada satupun metode
kontrasepsi yang aman dan efektif bagi semua klien karena masing-masing
mempunyai kesesuaian dan kecocokan individual bagi setiap klien. Untuk itu
disarankan klien lebih cerdas memilih alat kontrasepsi yang sesuai dan cocok.





